Hukum Tanah: Studi Atas Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat Dalam Sistem Hukum Tanah Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.31933/0emg8y95Keywords:
Hukum Tanah, Hak Ulayat, Masyarakat Hukum Adat Agrari, Hukum Tanah IndonesiaAbstract
Tujuan Penelitian ini yakni: 1) untuk mendeskripsikan Pengaturan dan Kedudukan Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat Dalam Sistem Hukum Tanah Indonesia? Dan menguraikan bentuk perlindungan dan Penyelesaian Hukum Terhadap Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat terhadap tanah yang disengketakan? Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis (socio-legal research) dengan metode campuran antara pendekatan normatif dan empiris. Pendekatan normatif menganalisis pengaturan hak ulayat melalui peraturan perundang-undangan, doktrin, dan putusan pengadilan, sedangkan pendekatan empiris mengkaji praktik perlindungan dan penyelesaian sengketa hak ulayat. Data terdiri atas data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan, wawancara, dan observasi, serta dianalisis secara kualitatif. Hasil Penelitian: Bahwa pengaturan dan kedudukan hak ulayat masyarakat hukum adat dalam sistem hukum tanah Indonesia secara normatif telah diakui kuat dalam UUD 1945 dan UUPA sebagai hak kolektif yang bersumber dari hukum adat. Namun, pengakuan tersebut bersifat kondisional dan belum memberikan kepastian serta perlindungan hukum yang efektif, sehingga dalam praktik hak ulayat masih lemah dan kerap tersubordinasi oleh kepentingan negara dan investasi. Perlindungan dan penyelesaian sengketa hak ulayat juga menghadapi persoalan struktural, ditandai lemahnya perlindungan preventif, belum tercapainya keadilan substantif dalam penyelesaian sengketa, serta praktik kriminalisasi dan lemahnya implementasi putusan pengadilan. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi politik hukum agraria yang berkeadilan dan pluralistik.
Downloads
References
Alviolita, F. P. (2022). Perlindungan hak masyarakat hukum adat terhadap perbuatan kriminalisasi dalam mempertahankan tanah ulayat. Juris Humanity: Jurnal Riset dan Kajian Hukum Hak Asasi Manusia, 1(1), 69-77.
Bedner, A. (2021). The Omnibus Law on Job Creation: A Critical Assessment. Indonesian Law Review, 11(1), 1-24.
Boedi Harsono. (2008). Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya. Jakarta: Djambatan.
Bourchier, D. (2015). Illiberal Democracy in Indonesia: The Ideology of the Family State. London: Routledge.
Bushar Muhammad. (2004). Pokok-Pokok Hukum Adat. Jakarta: Pradnya Paramita.
Butt, S. (2014). Traditional Land Rights Before the Indonesian Constitutional Court. Law, Environment and Development Journal, 10(1), 57-73.
Colchester, M. (2011). Palm Oil and Indigenous Peoples in South East Asia. Forest Peoples Programme.
Colchester, M., et al. (2006). Promised Land: Palm Oil and Land Acquisition in Indonesia – Implications for Local Communities and Indigenous Peoples. Forest Peoples Programme, Sawit Watch, dan WRM.
Fay, C., & Denduangrudee, M. (2016). Emerging Options for the Recognition and Protection of Indigenous Community Rights in Indonesia. Washington, D.C.: RRI.
International Work Group for Indigenous Affairs (IWGIA). (2020). The Indigenous World 2020. Copenhagen: IWGIA.
Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA). (2022). Catatan Akhir Tahun 2022: Konflik Agraria dan Darurat Pangan. Jakarta: KPA.
Lucas, A., & Warren, C. (2013). Land for the People: The State and Agrarian Conflict in Indonesia. Athens: Ohio University Press.
McCarthy, J. F. (2004). Changing to Gray: Decentralization and the Emergence of Volatile Socio-Legal Configurations in Central Kalimantan, Indonesia. World Development, 32(7), 1199-1223.
Moniaga, S. (2010). From Bumiputera to Masyarakat Adat: A Long and Confusing Journey. In J. S. Davidson & D. Henley (Eds.), The Revival of Tradition in Indonesian Politics: The Deployment of Adat from Colonialism to Indigenism (pp. 275-306). London: Routledge.
Peluso, N. L. (2011). Rich Forests, Poor People: Resource Control and Resistance in Java. Berkeley: University of California Press.
Rachman, N. F. (2011). The Resurgence of Land Reform Policy and Agrarian Movements in Indonesia. University of California, Berkeley.
Santoso, B. (2018). Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat dalam Sistem Peradilan Indonesia. Jurnal Konstitusi, 15(4), 765-785.
Soemardjono, M. S. W. (2010). Tanah dalam Perspektif Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Jakarta: Kompas.
Soemardjono, M. S. W. (2008). *Hak-Hak Atas Tanah: Bahan Kajian dalam Rangka Penyusunan Naskah Akademik Penyempurnaan Undang-Undang No. 5 Tahun 1960*. Jakarta: Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, Departemen Hukum dan HAM RI.
Soepomo. (1994). Bab-Bab Tentang Hukum Adat. Jakarta: Pradnya Paramita.
Sulistyo, B. (2019). Politik Hukum Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat atas Tanah. Jurnal Hukum & Pembangunan, 49(2), 410-430.
Ter Haar, B. (1984). Asas-Asas dan Susunan Hukum Adat (terjemahan). Jakarta: Pradnya Paramita.
Van Vollenhoven, C. (1933). Het Adatrecht van Nederlandsch-Indië (Vol. I). Leiden: E.J. Brill.
von Benda-Beckmann, F., & von Benda-Beckmann, K. (2011). Myths and Stereotypes about Adat Law: A Reassessment of Van Vollenhoven in the Light of Current Struggles over Adat Law in Indonesia. BKI, 167(2-3), 167-195.
Wiradi, G. (2009). Reforma Agraria: Menuju Keadilan Agraria dan Kesejahteraan Petani. Yogyakarta: KPA & STPN.
Lakuteru, V. A. (2025). Kedudukan Hukum Tanah Ulayat dalam Sistem Hukum Agraria dan Hukum Adat di Indonesia. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum.
Kosten, M., Usmina, A., & Muzakki, M. F. (2025). Perlindungan Hukum Terhadap Masyarakat Adat atas Tanah Ulayat di Kabupaten Manggarai. Jurnal Ilmu Hukum Wijaya Putra.
Rahmadi, A. (2025). Urgensi Penetapan Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat terkait Kebijakan Pelayanan Pertanahan di Papua. Tunas Agraria.
Hendriana, T., & Hardjo, D. (2025). Perlindungan Hukum Tanah Ulayat Masyarakat Adat atas Klaim Sertifikat oleh Pihak Ketiga. Unizar Law Review.
Rubiati, Betty. (2025). The Existence and Protection of Ulayat Rights in Indigenous Communities within the Framework of Positive Law in Indonesia. Jurnal Poros Hukum Padjadjaran.
Friedman, L. M. (2001). American Law: An Introduction. New York: W.W. Norton.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana.
Soekanto, S. (2014). Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press.
Soemitro, R. H. (1990). Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Dewi, S. H. S., Handayani, I. G. A. K. R., & Najicha, F. U. (2020). Kedudukan Dan Perlindungan Masyarakat Adat Dalam Mendiami Hutan Adat. Jurnal Legislatif, 79-92.
Fajar, P. P. P., Aloysius, S., & Dinata, H. K. (2024). Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 Terhadap Pengaturan Hutan Adat Dan Dampaknya Terhadap Hak Masyarakat Adat. Perkara: Jurnal Ilmu Hukum Dan Politik, 2(2), 39-61.
Fajar, P. P. P., Aloysius, S., & Dinata, H. K. (2024). Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 Terhadap Pengaturan Hutan Adat Dan Dampaknya Terhadap Hak Masyarakat Adat. Perkara: Jurnal Ilmu Hukum Dan Politik, 2(2), 39-61.
Nurlani, M. (2018). Pengaruh Pembaharuan Hukum Agraria Nasional Terhadap Politik Hukum Di Indonesia. Jurnal Thengkyang, 3(1), 106-124.
Warman, K., & Sumardjono, M. S. (2010). Hukum agraria dalam masyarakat majemuk: dinamika interaksi hukum adat dan hukum negara di Sumatra Barat. (No Title).
Bakker, L., & Moniaga, S. (2010). The space between: Land claims and the law in Indonesia. Asian journal of social science, 38(2), 187-203. https://doi.org/10.1163/156853110X490890
Van Ossenbruggen, F. D. E. (1933). Prof. mr. Cornelis van Vollenhoven als ontdekker van het adatrecht. Bijdragen tot de Taal-, Land-en Volkenkunde, 90(1).
Hiller, W., Straehle, J., Datz, A., Hanack, M., Hatfield, W. E., Ter Haar, L. W., & Guetlich, P. (1984). Synthesis, structure, and magnetic properties of catena-(. mu.-oxo)(hemiporphyrazinato) iron (IV), the first polymeric. mu.-oxo-bridged complex of iron. Journal of the American Chemical Society, 106(2), 329-335.
von Benda-Beckmann, F., & von Benda-Beckmann, K. (2011). Myths and stereotypes about adat law: A reassessment of Van Vollenhoven in the light of current struggles over adat law in Indonesia. Bijdragen tot de taal-, land-en volkenkunde/Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 167(2-3), 167-195.
Cahyani, I. E., Witasari, A., & Amirullah, M. F. (2018). Juridical Review Of Nominee Agreement In Land Of Tenure Property Rights Under The Book Of Civil Law And Agraria. Juridical Review, 5(2).
Bramantyo, R. Y., & Setiono, G. C. (2022). Implementasi Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 18B Ayat 2 tentang pengakuan negara terhadap norma adat dalam perspektif religius dan ritualis masyarakat Dusun Temboro Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Transparansi Hukum.
Zein, Y. A., & Nurvianti, D. (2017). Konsepsi Hak Masyarakat Hukum Adat Sebagai Hak Asasi Manusia. Jurnal Hukum, 3(2), 414-436.
Soeprijanto, T. (2023). Land Reform-Reform Agraria-Redistribusi Lahan Perspektif Pasal 33 Ayat 3 Uud 1945. Civis: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan, 12(1), 55-66.
McCarthy, P. J., Le Borgne, D., Crampton, D., Chen, H. W., Abraham, R. G., Glazebrook, K., ... & Juneau, S. (2004). Evolved galaxies at z> 1.5 from the Gemini Deep Deep Survey: the formation epoch of massive stellar systems. The Astrophysical Journal Letters, 614(1), L9-L12.
Lucas, A., & Warren, C. (2013). Land for the people: The state and agrarian conflict in Indonesia. Ohio University Press.
Fay, C., Denduangrudee, H. M. S., McCarthy, J. F., & Robinson, K. (2016). Emerging options for the recognition and protection of indigenous community rights in Indonesia. Land and Development in Indonesia: Searching for the people’s sovereignty, 91-112.
Soetijono, I. K., Ranie, N. A., & Rato, D. (2025). Pengakuan Konstitusional Hak Masyarakat Adat Atas Sumber Daya Alam di Indonesia. KUNKUN: Journal of Multidisciplinary Research, 2(1), 75-93.
Gayo, A. A. (2016). Penegakan Hukum Konflik Agraria Yang Terkait Dengan Hak-hak Masyarakat Adat Pasca Putusan Mk No. 35/puu-x/2012 (Agrarian Conflict Law Enforcement That Was Related to the Rights of Indigenous Peoples Following the Ruling of the Constitutional Courtno. 35/Puu-X/2012). Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 16(2), 157-171.
Tahir, E., & Setiady, T. (2025). Penguatan Kelembagaan Lembaga Adat dalam Sistem Hukum Nasional (Studi Lembaga Adat Tolaki dalam Penyelesaian Sengketa di Sulawesi Tenggara). Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 27, 92-97.
Simanjuntak, F. A. (2025). Pendaftaran Tanah di Atas Tanah Ulayat: Dilema antara Hukum Negara dan Hukum Adat. AL-DALIL: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Hukum, 3(2), 1-10.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Diky Yumansyah, Hajairin, Ridwan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















